Minggu, 01 April 2012

Review Naruto Shippuden Ultimate Storm Generations 'Ala Gue"




 Pantang menyerah itu kata yang cocok untuk game ini dari jaman Gw masih bocah ampe sekarang selalu muncul seri baru dari game ini walau dari dulu game ini hadir tidak terlalu heboh tapi sekuel dari game ini terus saja bermunculan mungkin ini mengikuti serial manga dan anime nya yang tenar


Dari begitu banyak seri game fighting bertemakan Naruto yang hampir mirip satu sama lain, lantas kelebihan apa yang diusung oleh Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations ini? Mengapa ia menjadi sebuah seri yang pantas untuk dikoleksi oleh para fans sejati franchise anime ini?


Plot

Shippuden tetap menghadirkan cerita yang berfokus pada petualangan sang Naruto "dewasa"
Semua penggemar anime Naruto tentu mengerti bahwa embel-embel penggunaan kata “Shippuden” di belakang nama judul Naruto sendiri sudah cukup memberikan gambaran plot yang akan dihadirkan. Bagi mereka yang awam? Shippuden merupakan seri yang melekat pada petualangan Naruto setelah event latihan intensnya dengan sang guru – Jiraiya. Salah satu ciri utama yang melekat pada Shippuden adalah penggambaran karakter Naruto yang lebih dewasa dan cerita yang berfokus pada kelompok Akatsuki, khususnya pada sosok Tobi yang misterius. Pertanyaannya kini tentu pada seberapa jauh game ini akan membawa kita menyelami alur “Shippuden”? Karena sejauh ini, cerita yang dihadirkan lewat manga dan animenya sendiri belum mencapai konklusi akhir.
Lewat Story Mode, Anda akan dapat menyelami cerita pada batas akhir – pertemuan kelima Kage yang membahas langkah perlawanan melawan Akatsuki dan semua pertarungan yang terjadi sebelum event besar yang satu ini. Namun berbeda dengan game Naruto sebelumnya yang hanya berfokus pada petualangan sang karakter utama, Ultimate Storm Generations menghadirkan satu timeline yang sama namun dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Story Mode yang ia hadir memungkinkan Anda untuk berperan dan melihat cerita dari kacamata beberapa karakter signifikan yang ada, dari Sasuke hingga Kakashi muda.  Anda juga tetap berkesempatan untuk menggunakan Naruto muda dan memulai cerita ini dari awal, sebelum Shippuden.
Anda kini dapat menikmati timeline utama cerita dari sudut pandang karakter yang beragam
Mizukage yang "panas"
Namun sayangnya, berbeda dengan seri Ninja Ultimate Storm sebelumnya atau seri lain seperti Broken Bonds, Anda tidak lagi berkesempatan untuk menjelajahi kota Konoha yang indah dan terlibat dalam sebuah petualangan yang “role-playing”. Ulltimate Ninja Storm Generations datang sebuah seri ringkas yang “to the point”. Story Mode kini hanyalah menghadirkan satu plot utama yang terangkai dalam potongan-potongan anime dan cut-scene deskriptif tanpa ada kesempatan untuk mengeksplorasi. Anda hanya akan dibawa dari satu pertarungan ke pertarungan lainnya, tanpa jeda. Sebagian gamer mungkin menyukai konsep yang lebih sederhana ini, sementara mereka yang jatuh cinta dengan seri-seri sebelumnya akan melihatnya sebagai salah satu pengurangan fitur yang terlalu “fatal”.

Tetap Hadir Dengan Sistem Battle yang Serupa

Sistem pertarungan yang dihadirkan tetap sama, menghadirkan lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan Anda untuk bergerak bebas
Berbeda dengan seri-seri game fighting di masa lalu, ada kecenderungan bahwa game-game fighting berbasis anime saat ini lebih sering ditampilkan dalam konsep pertarungan tiga dimensi yang terkesan lebih bebas. Daripada sekedar bergerak dan menghajar dari satu sisi ke sisi lainnya, Anda diberi kebebasan untuk menggerakkan karakter dalam lingkungan model tiga dimensi, dimana Anda bisa bergerak ke arah manapun. Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations juga mengusung konsep pertarungan yang sama. Sistem kamera yang dinamis juga mampu memastikan tidak akan ada karakter yang dirugikan dalam pertarungan, walaupun Anda berada dalam posisi jauh sekalipun. Untuk urusan yang satu ini, Ultimate Ninja Storm Generations patut diacungi dua jempol.
Sistem pertarungan yang ada juga memastikan Anda dapat mengeksekusi semua jenis serangan dengan mekanisme yang sangat sederhana. Menekan tombol pukulan dan arah akan menampilkan kombo serangan panjang yang akan diakhiri dengan satu serangan besar yang sinematik. Berbeda dengan game fighting lain yang mengandalkan penguasaan pada kombinasi kombo dan jurus besar, Ultimate Ninja Storm Generations hanyalah soal eksekusi gerakan dalam timing yang tepat. Menghindari serangan musuh dengan replacement jutsu dan melakukan counter-attack serta mencari waktu yang tepat untuk melancarkan serangan terkuat akan menjadi esensi dari setiap pertarungan yang akan Anda temui. Anda juga bisa memanfaatkan anggota tim yang lain untuk melancarkan serangan kecil yang akan membuat musuh “sibuk” sementara Anda mengatur strategi serangan selanjutnya.
Yang terpenting adalah mencari timing yang tepat untuk melancarkan serangan secara terbuka. Mekanisme combonya sendiri tampil sangat sederhana, hanya tinggal menekan tombol pukulan berkali-kali hingga sebuah serangan akhir yang kuat muncul.
Serangan spesial dengan damage dan efek yang luar bisa juga dapat dieksekusi dengan mudah
Setiap serangan spesial ini akan datang dengan efek-efek sinematik yang memanjakan mata
CyberConnect2 juga tampaknya masih bertahan dengan konsep game fighting yang lebih dititikberatkan pada pengalaman secara “visual” daripada menghadirkan kompleksitas “standar” yang biasanya dihadirkan oleh sebuah game fighting. Eksekusi jurus besar pun dapat dilakukan dengan sangat mudah. Anda hanya tinggal mengumpulkan chakra dalam jumlah yang cukup, mempersiapkan diri Anda dengannya (yang terlihat sebagai api biru yang menyala di sekeliling tubuh karakter) dan tinggal menekan tombol pukulan untuk menghasilkan satu serangan andalan dengan damage besar. Selanjutnya? Menikmati semua efek dan ledakan yang memanjakan mata.
Kesederhanaan yang ditampilkan oleh Ultimate Ninja Storm Generations ini membuatnya dapat diakses oleh tipikal gamer manapun, bahkan termasuk mereka yang tidak familiar dengan game fighting sebelumnya. Boleh disimpulkan bahwa seri terbaru game Naruto ini juga tetap lebih mementingkan unsur fun, dengan fokus untuk menjaring penggemar anime Naruto di seluruh dunia.

Segudang Karakter Ikonik untuk Anda Gunakan

Selain sistem pertarungan yang berjalan lebih halus dan mengalir dibandingkan seri pendahulunya, Ultimate Ninja Storm Generations juga memiliki segudang karakter ikonik dari seri anime dan manga yang sudah pasti Anda kenal, tentu saja jika Anda merupakan salah satu penggemar franchise ini. Ada kurang lebih 72 karakter playable yang bisa Anda gunakan dalam mode Free Battle melawan teman Anda ataupun Online Battle melawan gamer di seluruh dunia. Hampir semua karakter familiar dari petualangan awal Naruto hingga pertempuran epiknya melawan Pain di Konoha dihadirkan di sini, termasuk para Kage dan Hokage masa lalu. Cara untuk membukanya? Anda harus menyelesaikan setiap cerita dari setiap karakter di Story Mode.
Anda hanya tinggal menyelesaikan semua jalinan cerita di Story Mode untuk membuka semua karakter yang tersedia (yang sayangnya, belum sempat kami lakukan, seperti yang dapat Anda lihat di screenshot di atas)
Seperti karakteristiknya di seri anime dan manga, Deidara tetap hadir sebagai karakter yang berfokus pada serangna jarak jauh
Keunggulan utama game ini tidak hanya sekedar dari menghadirkan karakter dengan jumlah yang begitu besar, tetapi juga adaptasi “karakteristik” yang terhitung mumpuni untuknya. Identitas paling utama setiap karakter mampu ditampilkan dengan ciamik, dari segi desain hingga gaya bertarung khas yang memang identik dengan karakter-karakter tertentu. Contohnya? Salah satu anggota Akatsuki – Deidara yang memang dikenal sebagai “ahli peledak” dan spesialis serangan jarak jauh. Dengan feel yang sama dengan seri animenya, Anda juga akan menemukan sosok Deidara dengan fokus kemampuan dan gaya menyerang yang serupa di Ultimate Ninja Storm Generations ini.

Nikmati Konten-Konten Original yang Belum Pernah Ada Sebelumnya!

Apa yang membedakan antara Naruto di versi manga dan anime? Mengapa lebih banyak penggemar seri ini yang lebih memilih untuk mengikuti versi manga yang ada daripada seri anime walaupun ia menghadirkan kesan yang lebih “hidup” lewat gerakan yang dinamis? Jawabannya tentu ada kontroversi hadirnya episode-episode filler yang seringkali membuat cerita di anime jauh lebih lambat daripada versi manga. Sementara di sisi lain, manga, waluapun statis, hadir dengan timeline yang efektif tanpa harus dipusingkan dengan sisi cerita lain yang terkadang tidak berkontribusi signifikan pada timeline utama. Lantas apa hubungannya dengan seri Storm Generations kali ini? Percaya atau tidak, CyberConnect2 ternyata menghadirkan cukup banyak konten “filler” original yang hebatnya, memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan jalinan cerita utama yang ada, sehingga membuatnya sebagai salah satu daya tarik yang akan sulit ditolak oleh para penggemar Naruto, baik penikmat manga ataupun animenya.
Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations menyediakan konten-konten orisinil yang melengkapi latar belakang cerita karakter yang ada
Minato dan Hatake Kakashi muda. Apa yang sebenarnya terjadi?
Salah satu contohnya adalah latar belakang cerita yang menyelimuti salah satu sosok ninja paling misterius di keseluruhan dunia Naruto – Hatake Kakashi. Jika di seri manga dan anime, Anda hanya diberi kesempatan untuk melihat sekelibat masa lalu Kakashi yang terkait dengan Uchiha Obito dan mata Sharingan yang didapatkannya, maka Ultimate Ninja Storm Generations ini datang dengan latar belakang cerita yang lain. Game ini menghadirkan konten orisinil yang menceritakan kedekatan masa kecil Kakashi dengan sosok sang guru – Minato, ayah dari Naruto sendiri. Hebatnya lagi? Konten-konten orisinil ini disajikan dalam bentuk anime high-definition dengan kualitas yang luar biasa. Sebuah “godaan” yang tidak mungkin ditolak oleh pecinta seri Naruto.


Review Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations: Hanya untuk Para Fans Sejati!

By
March 30, 2012   ·   0 Comments

Kesimpulan

Tobi approves this game for all Naruto fans!
Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations yang dikembangkan oleh CyberConnect2 dan Namco Bandai ini hadir sebagai sebuah seri game fighting Naruto yang tidak jauh berbeda dengan seri-seri sebelumnya. Anda masih disajikan dengan lingkungan pertarungan tiga dimensi yang interaktif dan mekanisme eksekusi gerakan yang sangat sederhana. Salah satu keunggulan utama yang membuatnya berbeda, tentu saja selain visualisasi dan gerakan yang terasa lebih baik, adalah pada konten-konten orisinil yang disisipkan oleh CyberConnect2 untuk memberikan gambaran yang lebih sempurna tentang latar belakang karakter-karakter ikonik di dunia Naruto yang luas. Hebatnya lagi, konten-konten ini disajikan dalam gaya high-definition anime yang tentu saja memanjakan mata. Selain itu, 72 karakter playable dengan “identitas” masing-masing yang unik tentu saja akan menyemarakkan pertarungan bebas Anda, apalagi jika Anda memmainkannya bersama dengan teman lain yang juga merupakan penggemar versi manga atau animenya.
Sayangnya, dibalik semua kelebihan yang ia tawarkan untuk pertama kalinya, Ultimate Ninja Storm Generations ini juga mengandung banyak kelemahan dan pengurangan fitur yang terasa fatal dibandingkan seri-seri pendahulunya. Dihilangkannya mode eksplorasi dan fokus Story Mode yang hanya bergerak dari satu pertarungan ke pertarungan yang lain tentu menjadi blunder yang sulit untuk ditoleransi. Selain itu, ia juga kehilangan sentuhan sinematik yang begitu kental di seri-seri sebelumnya. Kelemahan lainnya? Anda akan menemukan sistem Shop yang memang didesain untuk memberikan nilai tambah dan sense of purpose ketika memainkan game ini. Namun sayangnya, hampir semua item yang ditawarkan di dalamnya sama sekali tidak menarik perhatian. Ini tentu menjadi nilai minus yang harus diperhatikan jika CyberConnect2 ingin merilis lebih banyak seri Naruto di masa depan.
Apakah Naruto Shipudden Ultimate Ninja Storm Generations adalah sebuah game fighting yang fantastis? Untuk para penggemar Naruto, ia mungkin akan memberikan sensasi tersebut lewat jumlah karakter playable yang melimpah dan konten orisinil yang disuntikkan untuknya. Namun bagi gamer yang bahkan tidak pernah tertarik untuk menyaksikan Naruto sebelumnya? Game ini hanya akan menjadi sebuah game fighting sembari lalu yang bahkan tidak akan mampu meninggalkan kesan sama sekali.

Kelebihan

Sistem battle yang sederhana tentu membuat game ini terkesan lebih fun
  • Pertarungan yang terasa lebih mengalir
  • Jumlah karakter playable yang banyak
  • Konten orisinil yang menarik
  • Sistem battle yang sederhana
  • Kualitas anime dalam high-definition yang indah

Kekurangan

Story Mode tanpa mode eksplorasi menjadi blunder yang paling fatal
  • Story Mode yang linear tanpa mode eksplorasi
  • Sistem Shop yang kurang “menggigit”
  • Kehilangan sentuhan sinematik yang sudah tampil bagus di seri sebelumnya
Cocok untuk gamer: penggemar fanatik seri Naruto (baik dari manga maupun anime nya)
Tidak cocok untuk gamer: yang tidak  pernah mengenal Naruto sebelumnya, yang membutuhkan sebuah game fighting berkualitas tinggi dan kompetitif.

Note:Jujur gw belom maen ni game review ini bersumber dari Copasan Gw
Sumber:http://jagatplay.com/2012/03/playstation3/review-naruto-shippuden-ultimate-ninja-storm-generations-hanya-untuk-para-fans-sejati

Sabtu, 31 Maret 2012

Pemerintah Malaysia Pilih Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyatnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvLcfMRvO966K6qyrQcFdEaori6gWN_sHbHZWDXDJv_aZPZg90jT-lX8YmTqetin-7Ll3NFdFrRuYnDeE-LP_nFO4afmVz6EUBorObBXou6lo9DBaUADOBxMdpYaeSkMF_ZQCxD0qWapw/s1600/petronas_nt21.jpg

Jika di Indonesia ramai soal BBM menyusul kebijakan pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM bersubsidi karena naiknya harga minyak mentah internasional, di negeri tetangga situasi serupa tidak terjadi. Di Malaysia, pemerintah negara jiran tersebut justru mengambil kebijakan mempertahankan subsidi terhadap bahan bakar minyaknya.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Bernama, Jumat (30/3/2012), Malaysia merupakan satu-satunya negara di Asia yang masih mempertahankan harga minyak kandungan oktan RON 95 pada harga RM 1.90 seliter (sekitar Rp 5.500) meskipun harga minyak di pasaran internasional mengalami kenaikan.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah pimpinan Barisan Nasional (BN) tidak pernah berhasrat menghentikan bantuan subsidi BBM kepada rakyat.

"Jika tidak diberikan subsidi, harga minyak akan naik RM 2.93 seliter dan ini akan membebankan rakyat. Pemberian subsidi adalah untuk menghindari rakyat dari menanggung beban teru-terusan," katanya.

Anggota Parlemen Bera, Ismail Sabri, mengatakan pada tahun ini saja kerajaan mengalokasikan RM 17 miliar (sekitar Rp 50,6 triliun) bagi subsidi minyak berkandungan oktan RON 95, diesel dan Gas LPG dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai RM 15 miliar (sekitar Rp 44,7 triliun).

"Pemberian subsidi ini membuktikan bahwa pemerintah pimpinan Barisan Nasional sangat peduli dan membela rakyat," katanya.

Untuk diketahui, minyak beroktan RON 95 atau sejenis pertamax plus di Indonesia adalah jenis minyak terendah yang digunakan masyarakat Malaysia. Di negara ini tidak diproduksi minyak jenis premium yang beroktan lebih rendah dari jenis pertamax.

sumber :http://news.detik.com/read/2012/03/31/054247/1881786/10/pemerintah-malaysia-pilih-pertahankan-subsidi-bbm-untuk-rakyatnya?9911012

Parpol 'Penipu', Siap-Siap Dihukum Rakyat!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji4K8KeEDmXw6N2CkG_Tdo2RgkifumJWXmJND8_2xmH0FiNavxVwQxML5yVNs_tzSXfzGdqMXSF8nfVpVK2-FQ3BLYD7QbWFoGoNf4gST-m_SGNpSoDwY9y2XHKaD0ofkrIBBUWy-lcX33/s1600/BEndera+demokrat.jpg

Persetujuan lima parpol koalisi mendukung pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disesalkan. Pernyataan menolak kenaikan harga BBM tapi memberi ruang bagi pemerintah menyesuaikan harga melalui penambahan Pasal 7 ayat 6 A UU APBN Perubahan 2012 dianggap sebagai trik menipu rakyat.

"Rakyatnya ditipu karena mereka enggak konsisten dengan pasal siluman. Kalau menolak ya menolak, jangan dibuat polemik ini menunjukkan mereka seolah-olah mendengar aspirasi rakyat tapi membohongi rakyat untuk citra," kata Budayawan, Benny Soesetyo, usai diskusi Polemik Sindo Radio di Cikini, Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

Menurut dia, pola permainan politik empat parpol koalisi selain Demokrat yakni Golkar, PAN, PPP dan PKB akan membuat rentang ketidakpercayaan masyarakat terhadap parpol makin membesar.

"Distrust kepada parpol makin besar, Pemilu 2014 akan jadi ancaman. Parpol akan dihukum di 2014 karena publik tidak lagi percaya parpol. Rakyat merasa dibohongi dan itu tercatat oleh masyarakat," terangnya.

Benny berpendapat putusan paripurna BB akan membawa dampak psikologi bagi masyarakat. Bila pemerintah tidak bertindak cepat membuat kebijakan prorakyat maka gelombang aksi sosial akan terjadi lagi.

"Sekarang pemerintah harus efisiensi anggaran, pengurangan gaji pejabat 50 persen, pembangunan infrastruktur, kalau itu tidak dilakukan masyarakat akan kecewa. Kalau pemerintah gagal memberi bukti akan muncul ketidakpuasan publik," kata Benny.
 
sumber :http://news.detik.com/read/2012/03/31/115820/1881864/10/parpol-penipu-siap-siap-dihukum-rakyat?9911012 

Kamis, 29 Maret 2012

Kebiasaan Yang Membuat Kita Cepat Tua

http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/02/nenek_renta.jpg


Setiap hari orang tentu akan mengalami pertambahan usia yang membuat raut wajahnya bertambah tua. Namun beberapa kebiasaan dapat membuat wajah seseorang jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Apa saja?

Banyak orang yang mencoba berbagai produk anti penuaan agar selalu tampak muda. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan gaya hidup dapat mempercepat proses penuaan.

Berikut beberapa kebiasaan buruk yang dapat membuat Anda lebih cepat tua, seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (28/3/2012):

1. Membiarkan stres
Untuk menjadi muda, Anda perlu merasa muda. Tapi penghalang terbesar untuk pikiran awet muda adalah stres. Stres dapat menyebabkan penurunan kognitif yang serius. Sangat penting untuk mencoba mengatasi stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi, yoga dan olahraga secara teratur.

2. Tak tidur nyenyak
Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh). Oleh karena itulah, orang yang kurang tidur bisa tampak lebih cepat tua.

3. Merokok
Semua orang tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan penyakit mengancam nyawa yang melibatkan jantung dan paru-paru. Tak hanya itu, merokok juga melepaskan enzim tertentu yang tidak menguntungkan dalam tubuh, yang pada gilirannya mengurangi elastisitas kulit dan menimbulkan keriput.

4. Diet ketat
Untuk mendapatkan tubuh langsing dan ramping adalah impian semua orang, terutama kaum hawa. Namun melakukan diet ketat adalah ide yang buruk. Diet ketat akan menghalangi tubuh mendapatkan nutrisi penting dan dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, penuaan kulit akan menyesuaikan diri dengan penurunan berat badan drastis, garis-garis halus dan kerutan pun mudah datang. Meskipun, penurunan berat badan sangat penting seiring pertambahan usia, menjaga tingkat moderat berat badan sangat dianjurkan.

Selain itu, hidup berpindah-pindah dan beralih ke diet yang tidak sehat bisa menjadi beberapa kebiasaan lain yang membuat Anda lebih cepat tua. Menjalani kehidupan yang aktif, seimbang dan bahagia adalah kunci membuat tubuh awet muda.


sumber:http://www.klikunic.com/2012/03/kebiasaan-buruk-yang-bikin-orang-cepat.html

Cuman Butuh 20 detik Untuk Menghancurkan Gedung Ini

Senin, 26 Maret 2012

Review: Resident Evil Operation Racoon City



Membicarakan Resident Evil berarti membicarakan salah satu franchise game survival-horror terbesar di jagat industri game. Setelah sempat memukau dunia lewat rilis perdananya di konsol Playstation, Resident Evil berhasil menarik perhatian lewat sebuah genre dan mekanisme gameplay yang begitu unik di kala itu. Ia mampu membalut sebuah game action dalam tema horror yang “menggigit”, dimana sang karakter utama hanya dibekali sumber daya yang terbatas untuk melawan balik semua ancaman yang ada. Namun sayangnya, perlahan namun pasti, franchise yang satu ini harus diakui mengalami degradasi “identitas” yang semakin akut. Masa depan seolah sudah siap untuk menyambut kepunahan survival-horror dengan nama Resident Evil di dalamnya.
Semenjak Capcom merilis Resident Evil 4 dengan nuansa gameplay action yang kental, arah keseluruhan franchise ini memang berubah 180 derajat. Tidak ada lagi kata horror di dalamnya, hanya peluru berdesingan dan zombie yang hancur berantakan. Keputusan Capcom untuk memperkenalkan  Resident Evil: Operation Raccoon City (RE: ORC) yang baru saja dirilis minggu ini sebagai sebuah seri spin-off semakin memperkuat kesan yang satu ini. Lupakan tentang puzzle, lupakan tentang bagaimana Anda harus bertindak cerdik ketika bertemu dengan para zombie, dan lupakan tentang kecemasan yang seringkali terbangun ketika memainkan franchise ini. Mengapa? Karena seri terbaru ini telah menjelma menjadi semacam monumen penegasan akan perubahan arah Resident Evil.
Capcom menggandeng Slant Six Games, developer Barat yang terkenal lewat seri third person shooter – SOCOM untuk mengembangkan game ini. Ketika teaser dan trailer pertama game ini diperkenalkan kepada publik, RE: ORC memang memperlihatkan sisi gameplay yang jauh berbeda dibandingkan seri RE selama ini. Ia kini hadir sebagai sebuah game team-based action dimana player dapat bekerja sama dengan player lain atau AI untuk menyelesaikan misi tertentu. Ini memang bukan kali pertamanya Capcom mengusung gameplay seperti ini. Sebelumnya mereka juga sempat merilis RE: Outbreak yang serupa, namun tidak terlalu sukses di pasaran. Lewat Operation Raccoon City, Capcom memutuskannya untuk membawanya setingkat lebih jauh.
Lantas, pengalaman seperti apa yang ditawarkan oleh RE: ORC ini? Apakah keputusan untuk memunculkan sebuah game action dengan meminjam nama besar franchise ini akan berujung pada sesuatu yang baik atau justru menjadi malapetaka?

Plot

Setelah selama ini Anda berperan sebagai pihak yang berusaha menghentikan kegilaan Umbrella dan ujung kiamat yang hampir terjadi karena ulah korporat raksasa ini, RE: ORC menawarkan plot dan cerita dari sisi yang lain. Anda akan berperan sebagai USS Delta Team aka Wolfpack, sebuah unit pasukan khusus besutan Umbrella yang memang dibentuk untuk membereskan masalah “outbreak” di Raccoon City. Tim yang beranggotakan Lupo, Vector, Beltway, Spectre, Bertha, dan Four-Eyes ini ditugaskan untuk sebuah tugas yang begitu krusial – menghancurkan setiap barang bukti yang mungkin menghubungkan Umbrella dengan bencana yang satu ini, menyelamatkan beragam aset penting, dan membunuh siapapun saksi mata yang selamat dari Raccoon City. Pertempuran besar di dalam kekacauan pun dimulai. Tidak hanya zombie dan monster-monster dari proyek Umbrella, Anda juga harus berhadapan dengan pasukan bersenjata dari Special Forces, bahkan beberapa karakter yang pernah Anda gunakan di masa lalu.
Anda akan berperan sebagai USS Delta Team aka Wolfpack - pasukan khusus yang dibentuk Umbrella untuk "membereskan" kekacauan di Raccoon City
Apa hubungan antara Wolfpack dengan "teman baik" kita yang satu ini? RE: ORC menyediakan alternatif sudut pandang untuk melengkapi kekosongan plot di keseluruhan franchise Resident Evil
Umbrella ternyata sudah mengembangkan parasit pengendali pikiran (aka Las Plagas) di RE 4 dan 5 sejak event di RE 2 dan 3?
RE: ORC memang didesain sebagai “pelengkap” bagi kekosongan cerita yang terbangun di kelima seri Resident Evil selama ini. Sudut pandang yang berbeda dari sisi Umbrella tampil sebagai pengisi kekosongan dan sekaligus menjadi penjelasan akan banyak hal yang selama ini menjadi tanda tanya di keseluruhan franchise RE, termasuk yang melibatkan beberapa seri dan karakter ikonik yang sudah pasti kita kenal. Walaupun setting yang diusung memang sebagian besar datang dari Resident Evil 2 dan 3, namun RE: ORC juga menawarkan “dapur Umbrella” yang selama ini tersembunyi dan menjadi awal dari plot Resident Evil 4 dan 5. Untuk urusan yang satu ini, Slant Six Games dan Capcom pantas untuk diacungi dua jempol.

Selamat Datang Team-Based Action, Selamat Tinggal Survival-Horror!

Tidak ada lagi horror sama sekali, RE: ORC adalah sebuah game action murni!
Jika Anda termasuk gamer yang mengeluhkan sisi action yang begitu kental di Resident Evil 4 dan 5, maka sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan membenci game yang satu ini. Mengapa?  Karena sebagai sebuah seri spin-off, RE: ORC benar-benar datang sebagai sebuah game action shooter tanpa elemen survival-horror sama sekali. Anda hanya datang, menembak dengan stok senjata yang begitu banyak, menyelesaikan misi, dan terus berulang, tanpa puzzle atau item yang memaksa Anda harus memutar otak. Semua ini akan diselesaikan dalam sebuah tim.
Konsep tim dengan peran dan keunikan masing-masing memang bukan lagi hal yang baru di industri game. Game seperti Borderlands dan Battlefield terbukti mampu menerapkan sistem ini dengan begitu baik di mode multiplayer mereka. Capcom juga datang dengan konsep yang sama untuk RE: ORC ini yang tentu didesain untuk tampil lebih maksimal untuk mode multiplayer onlinenya. Namun, jika Anda termasuk sebagian besar gamer Indonesia yang “terpaksa” harus menggunakan game bajakan, RE: ORC tetap datang dengan mode offline yang menarik tanpa mengurangi keseluruhan sistem gameplay yang ada. Anda akan tetap mengarungi kota “terkutuk” ini dalam tim.
Ada beragam karakter dengan spesialisasi masing-masing yang dapat Anda gunakan
Ketiga karakter lain yang tidak Anda pilih akan digerakkan oleh AI di Offline Mode
Anda bisa memilih empat dari enam anggota USS Delta Team untuk bertempur di Raccoon City melawan semua ancaman yang ada. Tentu saja Anda hanya bisa menggunakan satu di antaranya, sementara ketiga anggota tim yang lain akan dikendalikan oleh AI. Lupo, Vector, Beltway, Spectre, Bertha, dan Four-Eyes datang dengan spesifikasi dan keunikan masing-masing, tidak hanya desain tetap juga peran di dalam pertempuran itu sendiri. Masing-masing akan membawa spesialisasi senjata dan skill yang berbeda, seperti Lugo – sang spesialisasi Assault, Beltway yang alot, Bertha sang medic, dan Spectre sang ahli stealth. Walaupun gameplay yang diusung terhitung sederhana, seperti game shooter lainnya, namun karakter yang Anda pilih sedikit banyak akan berpengaruh pada gaya bermain Anda secara keseluruhan.
Diserang dari zombie dalam jarak dekat seperti ini? Tim Anda tidak akan merepotkan diri untuk segera datang dan membantu
Ketika Anda dengan cerdas menghindari perangkap api yang terlihat jelas, AI justru memerintahkan ketiga anggota tim Anda untuk "bermain-main" dengannya
Bagi Anda yang bermain online, berinteraksi dengan player yang lain yang mampu memahami Anda tentu akan mempermudah jalannya misi yang Anda jalankan. Namun untuk Anda yang bermain offline, Capcom tampaknya tidak memberikan Anda AI yang cukup pintar untuk melaksanakan apa yang Anda kehendaki. Boleh dibilang, Anda justru akan merasa frustrasi karena tingkah laku ketiga karakter yang lain ini. AI yang dihadirkan boleh terbilang tidak adaptif terhadap situasi yang ada dan justru malah terkesan memperparah keadaan. Anda akan seringkali menemukan mereka menembak tanpa arah, tidak memberikan kontribusi yang signifikan pada pertempuran, mati tanpa alasan yang jelas, dan menerima damage untuk sesuatu yang tidak signifikan. Parahnya lagi? Anda tidak diberikan opsi untuk memberikan perintah dan mengendalikan mereka untuk melakukan hal-hal tertentu yang Anda inginkan. Hasilnya? Mereka hanya bisa menjadi decoy untuk serangan yang ada.

Raih Experience dan Perkuat Karakter Anda

Gunakan experience points Anda untuk membeli senjata baru atau menyuntikkan beragam skill pada karakter utama Anda
Lupo misalnya, dapat memberikan efek api dari setiap peluru yang meluncur dari moncong senjatanya
Selain progress di dalam cerita, misi yang Anda selesaikan akan memberikan ekstra experience points untuk karakter yang Anda gunakan. Seperti sebagian besar game action saat ini, points ini dapat Anda gunakan untuk memperkuat dua aspek pada karakter Anda, senjata dan skill points. Anda yang sudah malang melintang di industri game tentu sudah memahami mekanisme skill tentu akan sama di setiap game, dengan memberikan ekstra keuntungan pada karakter Anda baik secara aktif maupun pasif. Sementara untuk mekanisme senjata, Anda dapat membuka senjata baru yang lebih kuat tanpa opsi untuk mengupgrade setiap dari mereka.

Hati-Hati, Anda juga Rentan Menjadi Zombie!

Dari awal kemunculannya, Capcom memang sudah mendesain zombie yang terdapat di Resident Evil bukanlah sekedar makhluk yang hanya bergerak tanpa tujuan dan mencari makanan. Ia justru berperan tak ubahnya sebagai sebuah senjata biologis yang mampu menciptakan epidemi yang fatal lewat kemampuannya untuk mentransfer virus lewat gigitan dan air liur. Manusia sehat yang tergigit oleh zombie-zombie ini hampir dapat dipastikan berubah menjadi salah satu dari mereka, kecuali jika mereka memiliki penawar khusus. Mekanisme di Resident Evil: ORC juga mendukung dan mengusung konsep yang satu ini. Mereka menghadirkan dua status effect yang akan menyulitkan Anda di permainan: Bleeding dan Infection.
Infected - jika Anda tidak segera mencari penawarnya, maka Anda akan berakhir sebagai salah satu dari zombie yang ada
Jangan ragu untuk menghabisi teman Anda yang terinfeksi karena Anda selalu punya opsi untuk menghidupkan mereka kembali
Seperti namanya, Bleeding tentu saja akan membuat karakter Anda berada dalam kondisi pendarahan tanpa henti. Darah yang menetes ini ternyata menjadi magnet bagi para zombie yang bertindak tak ubahnya pasukan ikan hiu yang kelaparan di lautan dalam. Mereka akan langsung berlari dan menyerang karakter yang mengalami status-effect yang satu ini sebagai sebuah horde yang masif. Bleeding memang membuat kelabakan, namun horror yang sebenarnya justru datang dari Infection. Walaupun para zombie ini terhitung lemah, namun gigitan dan cakaran mereka dapat membuat darah Anda terkontaminasi virus yang sama. Jika Anda tidak menyembuhkan diri dengan penawar yang terbatas di sepanjang permainan, maka Anda akan berubah menjadi zombie dan permainan akan berakhir (mode offline). Hal yang sama juga dapat terjadi untuk anggota tim lain Anda yang digerakkan oleh AI. Kesampingkan semua emosi jika hal ini memang terjadi dan jangan segan untuk menghancurkan mantan tim Anda ini. Mengapa? Karena Anda selalu punya opsi untuk menghidupkan kembali mereka, sehancur apapun kondisi tubuhnya.

Jelajahi Sudut Kota Raccoon City yang Memorable!

Ah.. Clocktower!
Jika Anda mengaku penggemar RE dan tidak mengenal tempat ini, Anda tidak pantas disebut sebagai seorang fans Resident Evil
Jika kita membicarakan daya tarik RE: ORC yang paling utama, selain jalinan plot yang didesain untuk melengkapi kekosongan hubungan yang ada pada franchise ini, maka setting yang dihadirkan boleh terbilang sebagai magnet yang super kuat, terutama bagi gamer yang sudah mengenal franchise ini sejak awal kelahirannya. Misi yang harus dijalankan oleh USS Delta Team dari Umbrella ini akan membawa Anda menyusuri setiap sudut kota Raccoon City yang begitu memorable, apalagi bagi Anda yang begitu mencintai Resident Evil 2 dan Resident Evil 3 di masa lampau. Slant Six Games berhasil membangun setiap darinya dengan visualisasi yang tentu saja lebih baik, namun di sisi lain tetap mempertahankan detail yang identik dengannya. Anda tentu saja tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menjelajahi setiap sudut kota ini kembali, sembari “bersilahturahmi” dengan para zombie yang haus tembakan di kepala.

Ciptakan Sebuah “Alternate Universe”

Bayangkan sebuah dunia alternatif dimana Resident Evil yang kita kenal, tidak pernah bereksistensi sama sekali
Memang sudah bukan rahasia lagi jika di dalam sebuah cerita yang ditawarkan di film dan video game, sang karakter utama yang selalu berpihak kepada kebaikan akan selalu menang di akhir permainan. Hal yang sama juga berlaku di Resident Evil. Terlepas dari karakter protagonis apapun yang Anda gunakan di franchise ini: Leon Kennedy, Chris Redfield, Claire Redfield, atau Jill Valentine, Anda selalu diposisikan sebagai pihak yang berhasil mencegah konsekuensi yang lebih fatal dari setiap tindakan dan eksperimen Umbrella. Namun sebagai seorang gamer, Anda tentu pernah berkeinginan untuk merasakan hal yang sebaliknya. Resident Evil: Operation Raccoon City menyediakan Anda kesempatan untuk merasakan sebuah alternate universe dimana pada akhirnya, kegelapan menang lewan cahaya, dan kejahatan akhirnya menundukkan kebaikan.

Kesimpulan

RE: ORC memang tidak terlalu istimewa dari sisi gameplay, namun bagi gamer yang sudah mengikuti seri RE sejak awal, ia tetap menjadi sebuah game yang menarik untuk dimainkan
Sebagai sebuah game spin-off dari sebuah franchise yang besar, Resident Evil: Operation Raccoon City memang menyediakan banyak hal yang menarik, terutama para gamer yang mencintai seri-seri awal franchise ini. Tentu saja bukan karena sistem gameplay nya yang kini tidak lagi mengusung survival-horror, tetapi lebih karena beragam elemen yang tampil sebagai “fan-service” untuk memberikan para gamer gambaran yang lebih lengkap tentang plot yang ada lewat sudut pandang yang berbeda. Sementara dari sisi gameplay? Konsep game action yang didasarkan pada tim bukanlah sebuah benda baru di industri game dan Capcom menerapkannya dengan kualitas yang tidak terlalu istimewa, bahkan cenderung buruk. Ia akan tampil istimewa untuk gamer yang pernah memainkan seri-seri Resident Evil sebelumnya.
Jika kita melihat hanya dari sudut gameplay, memosisikan diri sebagai seorang gamer yang untuk pertama kalinya mengenal seri Resident Evil dari game ini, maka ORC justru tampil penuh dengan kekurangan sebagai sebuah game third person shooter. Visualisasi yang ditawarkan memang memanjakan mata, namun mekanisme kontrolnya terasa seperti “neraka”. Sudah bukan rahasia lagi jika melakukan roll sudah menjadi kewajiban untuk sebuah game third person, namun tidak disediakan oleh Capcom. Mekanisme AI nya untuk mode offline juga tidak banyak membantu, lebih banyak memberatkan tanpa kontribusi yang signifikan pada pertempuran. Secara garis besar, mekanisme kontrolnya terhitung buruk dan kaku. Bahkan Anda akan menemukan “dinding tanpa wujud” yang menghalangi gerak lari Anda pada beberapa tempat.
Pada akhirnya? Resident Evil: Operation Raccoon City bukanlah sebuah game third person shooter yang begitu istimewa sehingga harus dimainkan gamer manapun di dunia. Namun bagi Anda yang mengikuti franchise Resident Evil dari awal, ia menjadi sebuah seri spin-off yang sangat pantas dijajal, terutama untuk merasakan sebuah pengalaman baru dari sudut pandang yang berbeda, sekaligus untuk sedikit merasakan nuansa nostalgia. Worth to play!
Review ini tidak mencerminkan pengalaman multiplayer.

Kelebihan

Ada wong?
  • Visualisasi yang menawan
  • Detail setting yang tetap mempertahankan desain original RE 2 dan RE 3
  • Alternatif ending yang menarik
  • Desain karakter yang mumpuni

Kekurangan

Sebuah game third person tetapi tanpa mekanisme roll? Lame..
  • Mekanisme kontrol sebagai game third person shooter yang buruk
  • AI yang tidak adaptif
Cocok untuk gamer: yang familiar dengan franchise Resident Evil
Tidak cocok untuk gamer: yang mencari sebuah game third person shooter berkualitas tinggi dan mengesampingkan plot

Sumber:http://jagatplay.com/2012/03/xbox/review-resident-evil-operation-raccoon-city-selamat-tinggal-survival-horror/

Cara Penjahat ATM Beraksi

 Disini gw cuma ngasi tambahan info (dengan gambar) bagaimana mereka beraksi yg berhasil direkam lewat kamera CCTV di ATM tersebut. Sayangnya aksi ini terjadi bukan di indonesia tapi mungkin penjahat-2 lokal kita mendapatkan idenya juga dari sini.

So... simak aja semoga bermanfaat

1. Awal Mulanya

Pada gambar ini terlihat seseorang sedang melakukan transaksi di ATM.

2. Memasang Jebakan

Sebenarnya dia lagi memasang suatu alat di slot tempat kartu ATM dimasukkan. (Here's the Bad Guy !)

3. Siap Siaga Selalu

Tindakan ini tentu saja sangat beresiko. Sehingga penjahat-2 ini biasanya bekerja secara berkelompok, seperti yg terlihat digambar ada temennya yg bertugas mengawasi di luar. Jaga-2 kalo ada orang lain yg liat atau mungkin ada calon "korban potensial" yg mau masuk ke ATM tersebut.

4. Si Korban

Nah ini dia korbannya - Very Unlucky Guy (and it could be you) yg masuk setelah jebakan terpasang. Dia memasukkan kartu ATMnya seperti biasa untuk melakukan transaksi.

5. Trouble Comes

Setelah selesai bertransaksi anehnya kartu ATM nya gk gak bisa dikeluarkan lagi dari mesinnya. "Tertelan".

Bingunglah si korban, "Ada apa ini ?" Mungkin itu yg ada dipikiran dia saat itu.

Dan kalo kamu lihat gambar di pojok kiri atas... Yeah! [i]"Bantuan"[i] akan segera datang !

6. Ada Orang Baik Yg "Bersedia" Bantuin

Di gambar ini si penjahat berpura-pura menawarkan bantauan ke sang korban yg lg bingung, panik dan gk waspada. Tujuan utama dari si kriminil adalah mengetahui nomor PIN kartu ATM si korban yg lg "tertelan" ini. Bagaimana caranya ?

7. Mendapatkan Nomor PIN

Si penolong yg baik hati ini meyakinkan korbannya bahwa cara mengeluarkan kartu ATM adalah dengan menekan nomor PIN dan disaat bersamaan Dia akan menekan tombol "Cancel""Enter". Intinya dia ingin tahu berapa sih nomor PIN si korban ini. Pada gambar ini bisa kamu lihat kalo si penjahat dengan bebas melihat tombol apa aja yg ditekan oleh si korban (ngapalin 6 digit nomor PIN adalah hal yg mudah).

8. Usaha Yang Sia-Sia

Setelah berusaha berkali-kali (dan tentunya sia-sia belaka) si Penolong akan meyakinkan sang korban kalo kartunya sudah benar-benar tertelan oleh mesin ATM dan menyarankan kepada si korban untuk menghubungi pihak Bank.

9. Mengeluarkan Kartunya Kembali

Setelah situasi aman terkendali sang penolong eh penjahat ini akan kembali lagi untuk mengeluarkan kartu ATM dr alat jebakan yg dia pasang sebelumnya. Gak cuma kartu aja dia juga telah mendapatkan nomor PIN nya yg gak sengaja diperlihatkan korban kepada bajingan ini.

10. The Escape

Dari jam yg tertera di rekaman CCTV bisa diketahui dia hanya perlu waktu 24 detik untuk beraksi dan menurut catatan pihak bank penjahat ini berhasil membawa kabur duit $4.000 dari rekening
11. Senjata Rahasia

Dan ternyata alat yg digunakan seperti disamping ini terbuat dari kertas film x-ray (kalo kamu pernah foto rotgen pasti tau). Kenapa pake kertas film x-ray ? Alasannya sederhana warnanya sama dengan bibir slot kartu di mesin ATM ! Gak tau ni kalo ATMnya bank-2 kita warnanya apa, mungkin juga penjahat lokal memakai bahan yg lain.

12. Cara Memasangnya

Alat ini dimasukkan pd slot kartu dg posisi seperti ini. Pada ujung-2 nya dilipat dan diberi lem agar bisa melekat pada sisi luar maupun dalam dr bibir slot kartu ATM.

13. Tak Terlihat Kan ?

Dengan pemasangan yg "benar" kertas film tadi hampir tak terlihat apalagi bagi orang-2 yg tidak waspada.

14. Kenapa Kartunya Gak Bisa Keluar ?

Untuk mencegah kartu keluar dari slot (setelah transaksi normal dilakukan) dua sisi dari alat jebakan ini dipotong membentuk celah untuk menangkap kartu yg akan keluar dari mesin.

15. Cara Mengambil Kartunya

Gampang kan ? Si penjahat tinggal menarik bagian alat yg dilipat.

Tips Buat Kamu :
  1. Saat kartu ATM mu tiba-tiba bermasalah (macet) segera cermati slot tempat kartu ATM dimasukkan barangkali ada sesuatu yg "aneh" disitu. Kalo ada semacam kertas seperti diatas tarik aja !
    ( tindakan ini gk perlu dilakukan kalo td kamu keliru masukin nomor PIN lebih dari 3X )
  2. Segera telfon pihak bank (biasanya ada nomor yg tertera disamping mesin ATM) dan jangan meninggalkan lokasi ATM sampai ada petugas yg datang.
  3. Tetap waspada dan jangan panik.
Sekali lagi tetap waspada !


sumber :http://desiran.blogspot.com/2008/07/bagaimana-penjahat-di-atm-beraksi.html